• Senin, 16 Mei 2022

Masjid Baiturrasyidin Attahashi Istana Raja Sungai Yu yang Diubah JadI Masjid

- Minggu, 3 April 2022 | 14:47 WIB
Pintu gerbang Masjid Baiturrasyidin Attahashi di Kampung Suka Mulia Kecamatan Bendahara yang merupakan Istana Raja Kerajaan Sungai Yu yang dihibah oleh Raja Siddik menjadi Masjid.  (tamiangsatu.com/muhammad nasir)
Pintu gerbang Masjid Baiturrasyidin Attahashi di Kampung Suka Mulia Kecamatan Bendahara yang merupakan Istana Raja Kerajaan Sungai Yu yang dihibah oleh Raja Siddik menjadi Masjid. (tamiangsatu.com/muhammad nasir)

TAMIANGSATU.COM –  Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah yang diujung timur Aceh yang berbatasan dengan Sumatrera Utara. Sebelum kemerdekaan RI banyak kerajaan kecil yang tumbuh di daerah ini, salah satunya, Kerajaan Sungai Yu yang meninggalkan istana yang dijadikan masjid

Saat ini, Sungai yu merupakan ibukota Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Banyak peninggalan dari kerajaan ini  mulai dari makan raja, istana dan peninggalan lainnya.

Salah satunya, peninggalan Kerajaan Sungai Yu, yakni Masjid Baiturrasyidin Attahashi yang dulunya masa Kerajaan Sungai Yu  merupakan istana raja. Raja terakhir yang menempati Istana Kerajaan Sungai Yu ini yakni, Raja Siddik.

Pintu gerbang Masjid Baiturrasyidin Attahashi di Kampung Suka Mulia Kecamatan Bendahara yang merupakan Istana Raja Kerajaan Sungai Yu yang dihibah oleh Raja Siddik menjadi Masjid. (tamiangsatu.com/muhammad nasir)

Raja Siddik merupakan keturunana Turky, ia lahir tahun 1880, bersama istrinya Cut Mahawiah  memerintah Kerajaan Sungai Yu selama 36 tahun sejak tahun 1909 sampai 1945. Namun setelah Indonesia merdeka,  Raja Siddik mewakafkan istana kerajaan ini untuk dijadikan sebuah mesjid dan makam raja beserta keturunannya.

Cucu Raja Siddik, Tengku Ismail, Minggu (2/4/2022) menceritakan, Masjid Baiturrasyidin Attahashi merupakan masjid bersejarah terletak di Kampung Suka Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang merupakan peninggalan Raja Sungai Yu, Raja Siddik yang dulunya merupakan istana kerajaan

Baca : Dayah Misbahurrasyad Al Aziziya Gelar Aneka Lomba

Namun lanjut Ismail, setelah indonesia merdeka Raja Siddik mewakafkan istana tersebut untuk dijadikan sebuah mesjid dan makam raja beserta keturunannya, masjid itu diberi nama masjid Baiturrasyidin Attahashi.

Menurut Tengku Ismail,  sejak diwakafkan untuk dijadikan mesjid sudah banyak perubahan yang dilakukan,  mulai dari perehaban konstruksi bangunan dari kayu menjadi beton hingga lantai yang sudah keramik.

Halaman:

Editor: Muhammad Nasir

Sumber: tamiangsatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X