• Senin, 16 Mei 2022

Pembicaraan Konflik Rusia Vs Ukraina Berlanjut di Turki, Zelensky Berharap Membawa Perdamaian

- Senin, 28 Maret 2022 | 15:47 WIB
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memuji negosiasi baru yang akan diselenggarakan di Turki. (tamiangsatu.com/Pikiran-Rakyat.com/ Pers kepresidenan via Reuters)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memuji negosiasi baru yang akan diselenggarakan di Turki. (tamiangsatu.com/Pikiran-Rakyat.com/ Pers kepresidenan via Reuters)

TAMIANGSATU.COM -  Perang antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut saat ini, sejumlah kota di Ukraina terus dibombardir pasukan Rusia namun upaya perdamaian menghentikan perang terus dilakukan meskipun beberapa negosiasi gagal membuahkan hasil.

Terbaru, pembicaraan perdamian dua Negara tersebut akan dilakukan di turki. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memuji negosiasi baru yang akan datang, dengan mengatakan bahwa ia berharap akan membawa perdamaian tanpa penundaan.

Setelah mendapat apresiasi baik dari Zelensky pada 28 Maret 2022, Negosiator Rusia dan Ukraina akan melanjutkan pembicaraan tatap muka sesegera mungkin.

Zelensky dikabarkan sudah putus asa dan ingin menghentikan pemboman kota-kota seperti Mariupol, di mana para pejabat setempat menyebut situasi tersebut sebagai bencana.

"Tujuan kami jelas, perdamaian dan pemulihan kehidupan normal di negara kami secepatnya," kata Zelensky dikutip tamiangsatu.com dari Pikiran-Rakyat.com dilansir The Guardian dengan judul, “Negosiasi Rusia-Ukraina di Turki Hapus Wajah Murung Zelensky: Ingin Hidup Normal” . Senin (28/3/2022)

Zelensky ingin mendapatkan jaminan keamanan bagi Ukraina jika negosiasi berjalan sukses.

"Kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina tidak diragukan lagi. Jaminan keamanan yang efektif untuk negara kita adalah wajib," katanya.

Upaya perdamaian datang ketika Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengklarifikasi pernyataan kontroversialnya pada akhir pekan kemari. Pernyataan kontroversial Biden tersebut yaitu ia mengatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak dapat terus berkuasa.

Ketika itu, Zelensky ditanya apakah ia ingin melihat pernyataan Biden tentang Putin. Kemudian, Presiden Ukraina tersebut menjawab "tidak". Komentar asli Biden dengan cepat diklarifikasi oleh Amerika Serikat.

Halaman:

Editor: Muhammad Nasir

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manuskrip Kedokteran Islam Ditemukan

Rabu, 15 September 2021 | 15:35 WIB

Sengketa Laut China Selatan

Selasa, 9 Februari 2021 | 11:29 WIB

Joe Biden Mulai Penyelidikan Asal Usul Covid-19

Kamis, 28 Januari 2021 | 11:47 WIB

Pantun Warisan Budaya Takbenda Indonesia-Malaysia

Jumat, 18 Desember 2020 | 09:59 WIB

Rusia Bersiap Memvaksinasi Tujuh Juta Warga

Selasa, 8 Desember 2020 | 09:40 WIB

Jasad TKI Dalam Koper Di Mekah

Selasa, 1 Desember 2020 | 12:42 WIB

Joe Biden Menang Pilpres Amerika Serikat

Minggu, 8 November 2020 | 12:06 WIB

Terpopuler

X