• Selasa, 9 Agustus 2022

Kurangi Resiko Bencana, BPBD Tamiang Bentuk Kampung Tangguh, Ini Tujuannya

- Selasa, 28 Juni 2022 | 15:24 WIB
Kabid Pencegahan Kesiap Siagaan Dan Pemadam Kebakaran (PKPK) BPBD Aceh Tamiang, Syahrial menyerahkan sertifikat kampung tangguh kepada Datok Penghulu Air Tenang, Muttaqin. Selasa (28/6/2022) (tamiangsatu.com/nasir)
Kabid Pencegahan Kesiap Siagaan Dan Pemadam Kebakaran (PKPK) BPBD Aceh Tamiang, Syahrial menyerahkan sertifikat kampung tangguh kepada Datok Penghulu Air Tenang, Muttaqin. Selasa (28/6/2022) (tamiangsatu.com/nasir)

TAMIANGSATU.COM [ KARANG BARU – Untuk mengurangi risiko bencana yang terjadi pada masyarakat, BPBD Aceh Tamiang membentuk Kampung Tangguh terhadap bencana. Selasa (28/6/2022)

Kampung tangguh dibentuk mengingat korban terbesar dari bencana adalah masyarakat dan masyarakat juga yang pertama-tama menghadapi bencana.

Jika terjadi bencana, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana akan menjadi pihak yang paling dirugikan dan menimbulkan pemiskinan dari bencana yang ditimbulkan.

Untuk itu Pemerintah melalui BPBD Aceh Tamiang mempunyai kewajiban mengurasi risiko dari dampak bencana ini sehingga sejak dini membentuk kampong tangguh bencana.

Pembentukan Kampung Tangguh ini merupakan program unggulan BPBD Aceh Tamiang setiap tahunnya

Baca : BPBD Aceh Tamiang Latih Pemuda Peduli Bencana

Kegiatan perdana pasca pandemi covid pembentukan kampung tangguh bencana ini dilaksanakan di Kampung Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Kabid Pencegahan Kesiap Siagaan Dan Pemadam Kebakaran (PKPK), Syahrial mewakili Kalak BPBD Aceh Tamiang, Iman Suheri pada pembentukan Kampung Tanggung Kampung Air Tenang, Selasa (28/6/2022) mengatakan, wilayah Aceh Tamiang memiliki kondisi geologis, geografis, hidrologis, demografis dan sosiologis yang menjadikannya rawan terhadap bencana, baik bencana alam, non-alam, maupun bencana sosial.

Dampak dari bencana tersebut, lanjut Syahrial dapat menghancurkan hasil-hasil pembangunan yang dibangun dengan susah payah. Selain itu, dana yang digunakan untuk tanggap darurat dan pemulihan paska bencana mengurangi anggaran yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya dan program pemberantasan kemiskinan.

Halaman:

Editor: Muhammad Nasir

Sumber: tamiangsatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X